Siapa yang tidak kenal dengan nama diatas yang minggu-minggu ini menjadi pemberitaan besar di media. Ya, si Ahmad Mushaddeq yang mengaku sebagai Rasul baru.
Sungguh meresahkan… dan menyesatkan. Saya pribadi berpendapat, setelah melihat, meneliti dan merasakan sepertinya ada kejanggalan dalam hal ini. Sepertinya ada skenario dibalik pengakuan AM ini. Perlu adanya penelusuran asal-usul si Ahmad satu ini dan apa motifnya…
Untuk saudara-saudaraku sesama Muslim mari kuatkan iman dan kembali ke ajaran Al-Quran dan Sunnah Rasulullah SAW. Semoga kita terhidar dari azab api neraka dan tergolong orang-orang beriman dan mendapatkan surga…Amiin.
Sumber Tulisan: Sufinews.com
Mario Teguh, 50 thn – Konsultan & Motivator
Stephen R. Covey dalam The Seven Habits of Highly Effective People melihat ada kontras yang tajam hampir di semua literatur motivasi dalam 150 tahun belakangan ini, yang berfokus pada apa yang disebut Etika Karakater (Characer Ethic) dan Etika Kepribadian (Personality Ethic). Etika Karakater (Character Ethic) sebagai dasar keberhasilan (seperti integritas, kerendahan hati, kesetiaan, pembatasan diri, keberanian, keadilan, kesabaran, rajin, kesederhanaan dan kesantunan), dan mengajarkan bahwa orang hanya dapat mengalami keberhasilan yang sejati, kebahagiaan yang abadi jika mereka belajar dan mengintegrasikan prinsip-prinsip ini ke dalam karakter dasar manusia dianggap sebagai bagian dari pendekatan kepribadian yang manipulatif.
Dalam padangan R. Covey, Etika Karakter macam ini hanya mendorong orang untuk membuat orang lain menyukai mereka, atau berpura-pura tertarik terhadap hobi orang lain untuk mendapat apa yang diinginkan dari orang tersebut, atau untuk menggunakan “penampilan kekuasaan”. Etika Karakter sekedar lips service saja; penggerak dasarnya adalah teknik mempengaruhi dengan cepat, strategi kekuasaan, keteramplian berkomunikasi, kepandaian beretorika dan sikap positif.
Sedang Etika Kepribadian (Personality Ethic) pada dasarnya menenempuh dua pendekatan: satu adalah teknik hubungan manusia dan masyarakat, dan yang satu lagi adalah sikap mental positif (SMP). Sebagian dari filosofi ini diekspresikan di dalam pepatah yang mendatangkan ilham seperti, “Sikap anda menentukan ketinggian posisi anda,” “Senyum menghasilkan banyak teman dari pada kerutan pada dahi,” dan “Apapun yang dapat dipahami dan diyakini oleh benak manusia itu pasti dapat tercapai.”
Continue Reading ->
Oleh:
USTADZ YUSUF MANSUR
Dikutip dari: (www.wisatahati.com)

[6:160] Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).
PENGANTAR
Sedekah bisa mendatangkan ampunan Allah, menghapus dosa dan menutup kesalahan dan keburukan. Sedekah bisa mendatangkan ridha Allah, dan sedekah bisa mendatangkan kasih sayang dan bantuan Allah. Wuh, inilah sekian fadilah sedekah yang ditawarkan Allah bagi para pelakunya.
Sebagaimana kita ketahui, hidup kita jadi susah, lantaran memang kita banyak betul dosanya. Dosa-dosa kita mengakibatkan kehidupan kita menjadi tertutup dari Kasih Sayangnya Allah. Kesalahan-kesalahan yang kita buat, baik terhadap Allah, maupun terhadap manusia, membuat kita terperangkap dalam lautan kesusahan yang sejatinya kita buat sendiri. Hidup kita pun banyak masalah. Lalu Allah datang menawarkan bantuan-Nya, menawarkan kasih sayang-Nya, menawarkan ridha-Nya terhadap ikhtiar kita, dan menawarkan ampunan-Nya. Tapi kepada siapa yang Allah bisa berikan ini semua? Kepada siapa yang mau bersedekah. Kepada yang mau membantu orang lain. Kepada yang mau peduli dan berbagi.
Continue Reading ->